Sabtu, 26 Januari 2013

Kota Paris




The Concorde bridge, Paris - PARISIA presents History of Paris France, Historical Paris France.
The Concorde bridge

Place de la Concorde, Paris - PARISIA presents History of Paris France, Historical Paris France.
Place de la Concorde

Sebuah jembatan yang sesuai untuk lingkungannya

Andaikata Prancis tetap menjadi kerajaan jembatan "Pont de la Concorde" masih memakai nama Louis XVI. Pada tahun 1792, sebelum bernama "ont de la Concorde" jembatan ini dinamai Jembatan Revolusi. Sebagai akibat turun naiknya sejarah, jembatan itu diberi nama baru “Pont Louis XVI” pada tahun 1814 sampai tahun 1830, sebelum kembali ke identitasnya semula. Orang yang menggunakan jembatan ini tidak selalu tahu bahwa batu-batu aslinya diambil dari penjara Bastille yang dihancurkan.

Penemu Kotak Surat

Jean-Jacques Renouard de Villayer telah lama dilupakan. Namun setiap hari banyak orang di Paris harus berterimakasih padanya. Sebenarnya penemuan cemerlang ini kepunyaan Penasehat Parlemen. Pada tahun 1653, sementara hanya ada empat buah kantor pos di Paris untuk kiriman dengan kota-kota provinsi lain dan ke luar negeri, lelaki ini membuat kotak yang ditempel di tembok di sudut-sudut jalan strategis. Setiap orang dapat mengeposkan surat yang diambil tiga kali sehari.Tetapi masalah pengeposan harus diselesaikan. Siapa yang membayar? Sampai saatitu, bilamana surat dikirim, ongkos kirim dibayar ketika surat diserahkan, bukan waktu dikirim. Jean-Jacques Renouard de Villayer kemudian memikirkan kemungkinan adanya ongkos kirim yang dapat ditempelkan di sampul surat. Itulah asal mulanya prangko. Pada tahun 1692 enam kotak surat muncul di Paris. Pada tahun 1780 jumlahnya meningkat sampai 500 buah.

Untuk mencegah pembunuhan anak

Antara tahun 1827 dan 1861, di Paris pernah ada "Tempat meninggalkan bayi". Ini berupa tempat terbuat dari kayu yang ditaruh di dinding rumah sakit untuk menampung bayi yang ditinggalkan orang tuanya.. Ibu yang ingin memberikan bayinya yang baru lahir menempatkan bayinya di pinggir jalan Bayinya kemudian diambil. Berdasarkan dekrit Napoleon sistem yang cerdik yang diadaptasi dari Italia ini dijkalankan secara meluas di Prancis. Tempat ini ditaruh di Paris di rue “Denfer” ( sekarang Boulevard Denfert-Rochereau) di dinding Rumah sakit untuk bayi yang ditemukan dan untuk anak yatim, yang kemudian menjadi Rumah Sakit “Hôpital Saint-Vincent de Paul”. Tempat bayi ini tetap merahasiakan siapa pemilik bayi dan menghinmdarkan pembunuhan bayi. Identitas bayi ttap tak bisa ditemukan. Sistem ini hilang tahun 1861.

Bel Tua

Bel tertua di Paris berdentang sejak tahun 1331. Bel itu ditempatkan di sebuah jalan kecil di Sainte-Merri Church, sebuah kapel kecil yang masih ada berasal dari gereja tua yang dibangun kembali dengan gaya Gothik Tetapi terlepas dar hal itu, museum seni di situ juga merupakan tempat keramat, terdapat mata air suci di Paris, sisi-sisinya dipahat dan dihiasi dengan alat-alat Nafsu menggambarkan lengan Anne de Bretagne.
Père Lachaise cemetery, Paris - PARISIA presents History of Paris France, Historical Paris France.
Père Lachaise cemetery

Pohon Tertua di Paris

Pohon tertua di Paris berasal dari tahun 1601! Pohon-pohon akasia yang juga disebut pohon locus. Yang dibawa oleh ahli botani Botanist Jean Robin, dari perjalanannya di Amerika Utara dibawah pemerintahan Raja Henri IV. Salah satu dari pohon-pohon yang berharga ini dapat dilihat di daerah tertutup Jardin Des Plantes, dalam perjalanan ke Museum Orleans. Yang lainnya adalah di alun-alun kecil Saint-Julien le Pauvre, di wilayah utara. Di kuburan “Père Lachaise” terdapat pohon yang disebutkan tadi. Pohon itu tumbuh menghadap kapel yang besar di daerah Countess Demidoff. Pohon itu praktis menaungi makam, dan menurut legenda, dengan melalui getah pohon tulang belulang si mati dapat dibawa ke cabang-cabang paling atas. Karenanya menurut orang yang biasa dengan necropolis, dari puncak pohon dapat dilihat tengkorak bergantungan. Soal adanya cukilan di pohon dulu, orang memaksudkannya adalah tulisan di batu nisan yang harus dilestarikan.

Jalan untuk penyewa posthuman

Saint Julien Le Pauvre Square, Paris - PARISIA presents History of Paris France, Historical Paris France.
Saint Julien Le Pauvre
Jalan "Emile-richard", yang terletak antara "Boulevard Edgar Quinet" dan "Rue Froidevaux" di distrik XIV sepanjang 382 meter. Manusia yang tak kekal mempunyai hanya satu nomor alamat, untuk tempa tinggalnya yang bukan tempat hunian…. Nomor 1. Alamat ini juga terbuka di "Boulevard Edgar Quinet" di Nomor 1bis dan tak lain dari alamat sebuah tukang batu monumental yang juga menjual bunga di sebuah butik yang luas. Jalan ini merupakan sebuah jalan paling aneh di Paris, terbentang sepanjang dinding besar dari satu ujung ke ujung lainnya dan ditumbuhi dengan pohon-pohon tinggi yang memotong makam Montparnasse. Tidak terdapat jendela juga tak ada balkon. Kehati-hatiannya seolah meneduhi pelukan suci.
Avenue de l'Opera in Paris - PARISIA presents History of Paris France, Historical Paris France.
Avenue de l'Opéra

Avenue, hanya nama saja

Sebuah avenue asdalah sebuah jalan kota yang lebar yang ditumbuhi pepohonan.Di Paris ternyata terdapat sebuah avenue yang tak cocok dengan definisi tersebut. Itulah "Avenue de l’Opera".

Klinik kereta bayi

Ada sebuah toko unik, yakni toko yang memprbaiki kereta bayi seta kereta dorong bayi. Yangdapat ditemukan di "Rue du Chalet" nomor 16 di distrik X. di belakang "Boulevard de la Villette", di wilayah yang beraneka warna dimana banyak toko kerajina serta rumah-rumah kelabu. Klinik tersebut populer dan orang berjalan jauh untuk membawa kereta bayi mereka diprbaiki serta minta pada empunya toko, Mr. Caron, untuk mengganti roda, mengganti tudung kereta, untuk mengelas besinya atau memperbaiki kereta dorong yang sudah tua. Tuan dan Nyonya Caron sudah berkecimpung dalam bisnis ini lebih dari empat puluh tahun dan kereta bayi atau kereta dorong sudah tak menjadi rahasia bagi mereka. Mereka bekerja di tempat yang sudah tua yang merupakan tempat tinggal merangkap bengkelnya. Dokter kepala klinik ini menciptakan kereta kembar dan juga untuk empat bayi. Dua berhadap-hadapan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar